Cara menentukan kaki transistor -->

Cara menentukan kaki transistor

Sorayakit
08 May 2017

Transistor  adalah komponen aktif dalam dunia elektronika yang memiliki peran penting dalam mengontrol arus listrik. Transistor memiliki tiga kaki utama, yaitu basis, kolektor, dan emitter. Penentuan dengan benar kaki-kaki ini sangat krusial, karena kesalahan dalam pengaturan dapat menyebabkan kerusakan pada transistor. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dalam menentukan kaki basis, kolektor, dan emitter pada transistor.

1. Pengenalan Transistor

Sebelum membahas cara menentukan kaki-kaki transistor, penting untuk memahami peran masing-masing kaki dalam operasi transistor. Secara umum, transistor dapat berfungsi sebagai penguat sinyal atau sebagai saklar. Jenis transistor yang paling umum adalah transistor bipolari, yang terbagi menjadi NPN dan PNP.

a. Transistor NPN:

  • Basis (B): Kaki ini mengontrol arus antara kolektor dan emitter. Arus kecil pada basis dapat mengendalikan arus yang lebih besar dari kolektor ke emitter.

  • Kolektor (C): Kaki ini mengontrol arus dari sumber daya ke transistor. Arus ini dikendalikan oleh arus basis.

  • Emitter (E): Kaki ini memancarkan arus yang dikendalikan oleh arus basis dan kolektor.

b. Transistor PNP:

  • Basis (B): Kaki ini masih mengontrol arus antara kolektor dan emitter, tetapi peran arusnya berbeda dengan transistor NPN.

  • Kolektor (C): Kaki ini tetap mengontrol arus dari sumber daya ke transistor.

  • Emitter (E): Kaki ini tetap memancarkan arus yang dikendalikan oleh arus basis dan kolektor.

2. Identifikasi Kaki Transistor

Penentuan kaki-kaki transistor dapat dilakukan dengan melihat sejumlah faktor, termasuk tipe transistor, datasheet, dan penanda fisik pada komponen. Berikut adalah beberapa langkah untuk membantu mengidentifikasi kaki-kaki transistor:

a. Lihat Datasheet Transistor:

  • Setiap transistor memiliki datasheet yang menyediakan informasi terinci tentang karakteristik dan spesifikasinya. Datasheet biasanya mencantumkan tipe transistor, konfigurasi pin, dan informasi lain yang diperlukan.

b. Perhatikan Penanda Fisik:

  • Pada kebanyakan transistor, terdapat penanda fisik yang membantu dalam identifikasi kaki-kaki. Penanda tersebut dapat berupa huruf atau angka yang mencerminkan fungsi setiap kaki.

c. Perhatikan Struktur Fisik Transistor:

  • Beberapa transistor memiliki struktur fisik yang membedakan antara kaki basis, kolektor, dan emitter. Misalnya, kaki basis mungkin lebih dekat dengan satu sisi daripada yang lain.

d. Perhatikan Warna Penanda pada Plastik:

  • Beberapa transistor memiliki penanda warna pada bagian plastiknya. Warna ini dapat mencerminkan fungsi kaki-kaki transistor.

3. Cara Menentukan Kaki-Kaki Transistor NPN dan PNP

a. Transistor NPN:

  1. Temukan datasheet transistor dan identifikasi kaki basis, kolektor, dan emitter.
  2. Perhatikan penanda fisik, seperti huruf atau angka pada komponen.
  3. Jika menggunakan transistor dengan penanda warna, biasanya kaki basis diberi warna yang berbeda.

b. Transistor PNP:

  1. Temukan datasheet transistor dan identifikasi kaki basis, kolektor, dan emitter.
  2. Perhatikan penanda fisik, seperti huruf atau angka pada komponen.
  3. Jika menggunakan transistor dengan penanda warna, biasanya kaki basis diberi warna yang berbeda.

4. Kesalahan Umum dalam Menentukan Kaki-Kaki Transistor

  • Tidak Mengecek Datasheet: Kesalahan umum adalah mengabaikan datasheet transistor. Datasheet adalah sumber informasi paling akurat tentang transistor tertentu.

  • Mengabaikan Penanda Fisik: Penanda fisik pada transistor sering kali memberikan petunjuk yang jelas tentang kaki-kaki. Mengabaikannya dapat menyebabkan kesalahan dalam penentuan.

  • Tidak Memeriksa Warna Penanda: Warna pada transistor juga dapat memberikan indikasi kaki-kaki. Tidak memeriksanya dapat menyebabkan kebingungan.

5. Kesimpulan: Menentukan Kaki-Kaki Transistor dengan Benar

Menentukan kaki-kaki transistor dengan benar sangat penting untuk mencegah kerusakan pada komponen dan memastikan operasi yang tepat dalam sirkuit. Dengan memahami peran masing-masing kaki dan menggunakan panduan identifikasi, pengguna dapat dengan mudah mengenali kaki basis, kolektor, dan emitter pada transistor NPN dan PNP. Menggunakan pendekatan yang hati-hati dan merinci akan membantu dalam menjalankan proyek elektronika dengan sukses.







Sebelum menentukan kaki Basis, Collector dan Emitor, tentukan terlebih dahulu tipe transistor apakah NPN atau PNP, Gunakan multi meter analog/digital. Putar ke posisi pengukuran OHM. (kiri digital kanan analog)


multimeter digital     
       
Multimeter analog

Sekarang sobat bisa menempelkan 2 kaki transistor dari  kaki paling kiri  kemudian kaki  tengah, seperti terlihat di gambar 1 & 2 ... ikuti kombinasi dari kaki kaki yang dicek dan arah jarum yang tampil di layar. Nilai atau arah jarum hasil pengukuran menggunakan multimeter dicocokkan dengan salah satu gambar (gambar 1 atau gambar 2) karena hanya akan ada satu gambar yang cocok.

Perhatikan posisi jarum, pin, dan kutub positif negatifnya. Jika sobat menggunakan multimeter digital jarum kekiri diwakili O.L (open loop) jika kekanan diwakili "0" atau ada nilai tertentu.


Gambar 1 tipe NPN jika pengecekan cocok dengan gambar ini
 



Gambar 2 tipe PNP jika pengecekan cocok dengan gambar ini


Setelah kita mendapatkan salah satu dari kedua gambar (gambar 1 atau gambar 2) berarti tipe dari transistor ( npn atau pnp) sudah diketahui misalnya didapat tipe NPN, saatnya sobat menentukan nama masing-masing kaki, dengan cara menyentuh bagian kaki paling kiri dengan kaki tengah menggunakan jari, Pastikan jari sobat agak lembab atau agak basah agar terjadi sifat konduktor,  perhatikan tampilan di multimeter jika jarum menunjuk ke kanan dipastikan kaki paling kiri adalah pin collector, yang tengah basis dan kaki paling kanan emitor, ataupun sebaliknya.

Gambar 3 Tipe NPN dengan kaki C, B dan E (Sentuh dua pin dengan jari basah) 



Gambar 4 Tipe PNP dengan kaki E, B dan C (Sentuh dua pin dengan jari basah)
 



Jika setelah melakukan pengecekan ada yang tidak sesuai dengan salah satu gambar kemungkinan transistor mengalami short, jika belum yakin bisa menggunakan alat test kaki transistor yang lain seperti ESR meter.


Artikel ini adalah solusi bagi sobat yang ingin memanfaatkan multimeter. Sobat juga bisa membaca artikel mengenai resistor, kapasitor, transformator atau IC di blog ini. semoga bermanfaat..salam :)